Terbitan

Bisa Karena Biasa

  • Penerbit Kedaulatan Rakyat
  • Tanggal Terbitan 22-03-2024
Bisa Karena Biasa

Bisa karena biasa

 

Wisuda merupakan sebuah proses yang sangat dinantikan oleh seorang mahasiswa calon wisudawan dan umum sekali dirayakan dengan acara bersama keluarga dan teman atau kegiatan lainnya. Namun, dibalik euphoria prosesi wisuda yang dirasakan meninggalkan pertanyaan baru bagi mahasiswa fresh graduate yang belum memiliki pengalaman: kemana saya harus melamar pekerjaan? Apakah sesungguhnya saya siap menghadapi dunia kerja yang penuh perjuangan? Kejadian semacam ini sering sekali terjadi, bahkan di zaman teknologi maju sekarang ini. 


Walaupun berbagai kegiatan yang ditawarkan oleh Kampus Merdeka dapat membantu calon mahasiswa dalam mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, ada beberapa hal yang menyangkut diri mahasiswa itu sendiri yang perlu dipersiapkan. Bukan hanya kemampuan hardskill yang diperlukan, namun softskill juga memegang peranan yang sangat penting. Keduanya membutuhkan waktu yang cukup untuk dikembangkan, bahkan jauh sebelum proses wisuda tersebut terjadi. 


Hardskill merupakan ketrampilan teknis yang berkaitan dengan bidang keahlian mahasiswa tersebut, seperti menggambar, menghitung, memrogram, dan lain-lain. Peningkatan hardskill dapat ditingkatkan dengan kegiatan praktik dan praktikum yang dilakukan rutin dan konsisten, menambah ilmu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti kursus, mengikuti pendidikan formal tambahan, mengikuti kompetisi, maupun proyek kecil-kecilan yang dapat memberi kepercayaan diri terhadap mahasiswa itu sendiri. 


Softskill merupakan kemampuan non-teknis yang dimiliki mahasiswa seperti kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, dan lain sebagainya. Peningkatan softskill berkaitan dengan kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan memecahkan masalah di lingkungan di mana pun dia berada, seperti: mengikuti kegiatan keorganisasian, terlibat dalam manajemen suatu proyek, meminta saran dan kritik yang membangun dari orang lain untuk memperbaiki kinerja dirinya sendiri.

Penelitian Andini (2023) menemukan bahwa softskill, informasi dunia kerja, dan motivasi memasuki dunia kerja berpengaruh positif secara signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Junaidi (2018) juga menemukan bahwa prestasi belajar juga berpengaruh positif secara signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian Yunia, dkk (2022) menunjukkan bahwa softskill secara terpisah tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan, akan tetapi hardskill dan softskill beserta efikasi diri secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan memasuki dunia kerja.


Efikasi diri merupakan salah satu bentuk kepercayaan terhadap diri sendiri untuk dapat menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan hingga berhasil. Teori ini dikemukakan oleh Albert Bandura pada tahun 1977 yang mengemukakan bahwa pengalaman keberhasilan, pengamatan sosial, persuasi verbal, dan kondisi emosional dan fisiologis merupakan faktor penting dalam membangun efikasi diri. Dimana faktor pengalaman keberhasilan dan pengamatan sosial akan membangun interpersonal seseorang sedangkan bagaimana melakukan persuasi secara verbal, serta cara mengelola emosi dan stress juga merupakan bagian lain dari softskill.


Berdasarkan ketiga penelitian tersebut dapat diketahui bahwa kesiapan mahasiswa yang dilakukan semenjak dari bangku kuliah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kesiapannya dalam memasuki dunia kerja, terutama dalam hal menempa kemampuan hardskill,softskill, dan efikasi diri yang dimilikinya. Dalam bahasa sehari-hati sering juga disebut dengan istilah: “Bisa karena biasa.”


Proses pembelajaran yang dilakukan dengan sungguh-sungguh beserta keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan interaksi terhadap orang lain dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan pembawaan mahasiswa tersebut. Karena, menurut Junaidi (2018), prestasi belajar juga dapat digunakan sebagai indikator beberapa jenis softskill, antara lain: kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja.


Pembentukan hardskill dan softskill membutuhkan waktu yang cukup dan dapat dilakukan semenjak masih mengikuti kuliah. Berbagai kegiatan pembentukan harkskill dan softskill dapat diikuti melalui banyak media yang tersedia. Kembangkan skill Anda mulai sekarang, semua “bisa karena biasa.”



Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

Penulis adalah dosen program studi Informatika di Universitas Teknologi Digital Indonesia dengan bidang penelitian dan keminatan Informatika Sosial dan Machine Learning.