Dunia Pendidikan Harus Lebih Peka Terhadap Revolusi Industri 4.0

Kamis, 29 Agustus 2019

AI (Artificial Intelligence) / kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Sederhananya  sebuah instruksi pintar yang diberikan kepada program maupun mesin. Sedangkan Cloud Computing (dalam bahasa Indonesia disebut komputasi awan) adalah proses pengolahan daya komputasi (baik CPU, RAM, Network Speeds, Software, OS maupun Storage) melalui jaringan (biasanya lewat internet). Jadi transfer data yang terjadi bukan secara fisik dan sumber daya komputasi yang dimiliki berada di lokasi pengguna yang memakai layanannya. Teknologi Artificial Intelligence (AI) dan juga Cloud Computing telah banyak memainkan peran penting di kehidupan manusia. Salah satu contohnya, kita bisa lihat bahwa hampir seluruh perangkat elektronik yang bermunculan saat ini telah menerapkan teknologi tersebut. Melihat hal itu, bagi seseorang yang bergelut di dunia IT tentunya sangat penting untuk mempelajari dan menambah wawasan mengenai teknologi ini.

Mengetahui pentingnya peranan AI dan juga cloud computing dimasa depan STMIK Akakom Yogyakarta mengadakan acara seminar yang dihadiri kurang lebih sekitar 170 peserta seminar yang bersifat umum sehingga civitas kampus lain dapat menghadiri kegiatan seminar tersebut yang dilaksanakan pada hari senin 19 Agustus 2019 , berlokasi di Ruang Presentasi STMIK Akakom. Seminar yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai dengan 12.00 dengan materi sesi pertama Artificial Intelligence yang dibawkan oleh  Herianto Technical Director PT. Synnex Metrodata Indonesia dan materi sesi kedua  Cloud Computing dibawakan Alex Budiyanto Chairman ACCI berjalan lancar dan juga meriah.

“Computer vision, sebagai salah satu pengembangan dari AI, menyebabkan komputer dapat memahami suatu hal berdasarkan gambar atau video yang ‘dilihat’. Dengan kata lain, komputer dapat melihat seperti manusia, serta dapat mengenali obyek yang dilihat. pelatihan ini lebih terfokus pada computer vision. Berbeda dengan pattern recognition, konsep yang diajarkan tersebut akan membuat komputer ‘berpikir sendiri’ untuk mengenali obyek yang dilihat tanpa perlu diajarkan oleh pengguna”,Tutur Herianto.

Sedangkan pada sesi kedua menurut Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto, menyebut peran data akan menjadi sentral dan fundamental di masa depan. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan negara, serta seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing atau komputasi awan.“Kami ingin mengampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0. Karena, jika kita melihat perkembangan teknologi di era ini maka semua akan terhubung dengan cloud computing, bagian dari internet of things (IoT).

Dengan adanya seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif kedepannya tertuama dibidang pendidikan sehingga memiliki kompetensi dalam hal pengembangan teknologi AI serta berharap agar mahasiswa dapat secara nyata mengimplementasikan AI menjadi produk teknologi yang pada akhirnya mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi manusia dalam bekerja.

Berita Lainnya

Showing 28-30 of 458 items.
Sahril, Mahasiswa STMIK ...
Sahril, Mahasiswa STMIK Akakom, Lolos ke Singapore dalam Ajang National Bootcamp Indonesia Next 2018 Telkomsel Rabu, 20 Februari 2019

Sahril mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan tahun ajaran 2016 kembali mengharumkan nama STMIK AKAKOM dengan mengikuti kegiatan National Bootcamp Indonesia Next 2018 ... Selengkapnya

Tokopedia Scholarship
Tokopedia Scholarship Rabu, 13 Februari 2019

Mau mendapatkan kesempatan berkarir di salah satu perusahaan teknologi terbaik di Indonesia dan mendapat dukungan biaya untuk kuliah kamu? Daftarkan ... Selengkapnya

STMIK AKAKOM Menjalin ...
STMIK AKAKOM Menjalin Kerja Sama dengan Tokopedia Rabu, 13 Februari 2019

STMIK Akakom menandatangani surat perjanjian kerja sama dengan PT. Tokopedia pada Kamis (24/01). Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Sidang I dan ... Selengkapnya