Dies Natalis 40 Tahun STMIK Akakom Semakin Mantap Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Rabu, 03 Juli 2019

Pada tanggal 30 Juni 1979, tepatnya 40 tahun yang lalu, STMIK Akakom memulai langkah awalnya dengan membentuk Yayasan Pendidikan Widya Bakti (YPWB) sebagai wadah untuk pendidikan akademi aplikasi komputer (Akakom). Dalam perjalananya STMIK Akakom memiliki misi yaitu membangun sumber daya manusia berdaya saing unggul dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, berjiwa enterpreneur dan berbudi pekerti luhur serta berwawasan luas. Sebagai bentuk pengembangan institusi yang mendukung misi tersebut STMIK Akakom mengembangkan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan serta mutu akademik yang menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi menghadapi era disrupsi, situasi dimana pergerakan dunia industri atau persaiangan kerja tidak lagi linier. Menurut Ketua Yayasan YPWB, Teguh Budi Prasetyo, “Berdirinya Program Magister Teknologi Informasi adalah salah satu bukti bahwa STMIK Akakom terus tumbuh dan berkembang agar mampu menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan di era yang akan datang” .

Puncak acara Dies Natalis ke-40 STMIK AKAKOM dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Bapak Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A., beliau menyampaikan tentang “Penyiapan SDM bidang Teknologi Informasi pada Era Revolusi Indnstri 4.0”. Dalam uraiannya disampaikan bahwa pada era Industri 4.0 terjadi perubahan landscape dan disruptive technology, terdapat 12 macam disruptive technology, yakni: 1) Mobile Internet, 2) Automation of Knowledge Work, 3) Internet of Things, 4) Cloud Technology, 5) Advance Robotics, 6) Autonomous and Near Autonomous Vehicles, 7) Next Generation Genomics, 8) Energy Storage, 9) 3D Printing, 10) Advanced Materials, 11) Advanced Oil and Gas Exploration & Recovery, dan 12) Renewable Energy. Teknologi yang akan memiliki dampak terbesar yang mengendalikan perubahan dalam tiga tahun kedepan meliputi: Internet of Things (IoT)=14%, Artificial Intelligence (AI)=12% dan Robotics=10%. Model bisnis baru yang akan menjadi pengganggu (disruptor) terbesar di negara kita dalam tiga tahun ke depan adalah: platform e-commerce (26%), platform jejaring social (19%), platform transportasi tanpa pengemudi (14%), dan platform hiburan (11%).

“Dalam rencana pengembangan making Indonesia 4.0 , diperlukan pengembangan ekosistem antara pemerintah, industri dan kampus untuk menciptakan talent yang profesional dan siap menghadapi era disrupsi”, tutur Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A.

Dalam kesempatan ini, Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A juga menyerahkan SK Menteri Riset, Teknologi dan Pedidikan Tinggi Nomor 451/KPT/I/2019 tanggal 11 Juni 2019 perihal Izin Pembukaan Program Studi Teknologi Informasi Program Magister kepada STMIK AKAKOM. Secara umum, STMIK Akakom telah menghasilkan lebih dari 10.000 lulusan sejak awal berdiri dan mendapatkan akreditasi B untuk institusi dan semua program studi. Pengembangan program Magister Teknologi Informasi merupakan bukti keseriusan dalam pengembangan institusi untuk jangka panjang. Selain itu, STMIK Akakom mulai semester 2019/2020 mengembangkan kurikulum berbasis SKKNI dan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 dengan melakukan kerjasama dari industri, alumni, asosiasi, perusahaan atau vendor untuk dapat memfokuskan kurikulum pada pengelolaan data terkait data engineering, mesin learning, big data, IoT.

Dibawah Yayasan Pendidikan Widya Bakti, STMIK Akakom menyiapkan inkubator bisnis dan membangun perusahaan teknologi (PT. Wabi Teknologi Informasi) untuk mendorong kreatifitas dan inovasi mahasiswa, dosen dibidang teknologi informasi sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi. STMIK Akakom juga berkerjasama dengan sejumlah industri baik dalam maupun luar negeri, seperti asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Intel Corporation, Lembaga Peneltian Indonesia, pemerintah daerah serta berbagai perusahaan teknologi untuk menjadi tempat magang mahasiswa (Internship), Sharing Knowledge, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pelaksanaan hiring untuk para lulusan.

Dalam waktu dekat STMIK Akakom akan melakukan kerjasama dengan Intel Corporation untuk menjadi Intel Open VINO Research Center yang akan menginisiasi reset teknologi Deep learning, Machine Learning, AI, dan NLP “ ujar Ketua STMIK Akakom, Ir. Totok Suprawoto, M.M., M.T.

Dari penelitian dan pengabdian masyarakat, STMIK Akakom pada tahun ini berhasil meloloskan 27 judul penelitian dengan sumber pendanaan 55% dari Dikti dan 45% dari internal. Selain itu kegiatan PKM mahasiswa juga berhasil meloloskan 29 judul. Kegiatan – kegatan ini bekerjasama dengan mitra – mitra antara lain Bapeda Kabupatan Bantul, Dinas Pariwisata Bantul, TKPKD Bantul, Fakultas MIPA UGM, Desa Terong Kecematan Dlingo, dan beberapa sekolah SMA dan SD. Pada tahun ini juga, jurnal publikasi Nasional STMIK Akakom memperoleh peringkat Sinta S4 dan akan menyelenggarakan konferensi Internasional yang bekerjasama dengan IEEE “2nd International Seminar on Research of Information Technology and Intelligent Systems, dengan tema The Future and Challenges of Extended Intelligence akan dilaksanakan pada tanggal 2-5 Desember 2019.

Berita Lainnya

Showing 1-3 of 454 items.
Penandatanganan Memorandum of ...
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PT. Synnex Metrodata Indonesia dengan STMIK Akakom Yogyakarta. Rabu, 21 Agustus 2019

Senin (19/8/2019), Herianto selaku Technical Director PT Synnex Metrodata Indonesia bersama dengan STMIK Akakom Yogyakarta melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ... Selengkapnya

Terbang ke Berkeley ...
Terbang ke Berkeley Berkat Pemanfaatan Big Data untuk Pelestarian Budaya Selasa, 20 Agustus 2019

Nama Sri Redjeki, S.Si., M.Kom. mungkin sudah tidak asing lagi di telinga civitas academica STMIK Akakom Yogyakarta. Dikenal ... Selengkapnya

Workshop Intel OpenVINO ...
Workshop Intel OpenVINO oleh PT. Synnex Metrodata Indonesia Selasa, 23 Juli 2019

Dewasa ini, mulai banyak bermunculan produk teknologi yang mengusung konsep artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Dilansir dari TECHINASIA, AI ... Selengkapnya