TIM PKM STMIK AKAKOM Membina Home Industri Produk Makanan Berbahan Lokal di Pandak Bantul

Kamis, 13 Desember 2018

Ketahanan pangan yang dikembangkan berdasarkan kekuatan sumberdaya lokal akan menciptakan kemandirian pangan, yang selanjutnya akan melahirkan induvidu yang sehat, aktif, dan berdaya saing. Keterbatasan pasokan menjadi isu pokok dalam pembangunan ketahanan pangan (food security), kemandirian pangan (food independency) dan kedaulatan pangan (food soverignty). Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah melalui penganekaragaman pangan (diversifikasi).  Pengembangan tersebut mencakup aspek proses pengolahan, distribusi hingga konsumsi ditingkat rumah tangga dengan pemberdayaan UKM.

Sebagai wujud kepedualian dan peran aktif perguruan tinggi terhadap perkembangan masyarakat, TIM PKM STMIK Akakom diterjunkan untuk membina kelompok home industri di kecamatan pandak bantul. Tim PKM yang di ketuai Maria Mediatrix Sebatubun, S.Kom., M.Eng dan beranggotakan satu orang dosen Cosmas Haryawan, S.Kom., S.TP., M.Cs bekerjasama dengan dua mitra yang merupakan kelompok industri rumah tangga yang bergerak dalam pembuatan panganan berbahan dasar produk lokal yaitu IRT Keripik Singkong “Galuh” dan IRT Peyek Kertas “Dhafin”. Sedangkan pendanaan di biayai melalui dana hibah DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat) Kementrian RISTEK-DIKTI tahun 2018.

Berdasarkan hasil observasi dan analisis situasi, diketahui bahwa permasalahan kedua mitra meliputi aspek permodalan, produksi, pemasaran dan manajemen usaha. Permasalahan pertama yaitu modal yang digunakan merupakan modal pribadi dan tidak terlalu besar, sehingga untuk mengembangkan usaha membutuhkan bantuan modal. Permasalahan ke-dua, masalah produksi mencakup: macam/jenis, bahan baku, pengemasan/penyajian dan kualitas produk  yang masih perlu untuk ditingkatkan sehingga  produk  yang  dihasilkan memiliki  daya  jual  dan  kemampuan  untuk bersaing. Permasalahan ke-tiga adalah fasilitas produksi yang relatif kurang memadahi (kapasitas kecil) sehingga kemampuan produksi terbatas dan kurang maksimal untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Permasalahan ke-empat adalah pemasaran, perlu  ditata  dan  ditingkatkan  sehingga  jaringan  pemasaran menjadi semakin luas dan permasalahan ke-lima yaitu manajemen usaha, masih menggunakan sistem yang sederhana, belum melakukan pembukuan yang rutin dan pencatatan cash flow belum dimiliki sehingga laporan rugi laba menjadi tidak jelas, sehingga perlu pembenahan sistem manajemen.

Solusi  yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan kelompok mitra adalah 1) memberikan alih pengetahuan mitra dalam pengolahan makanan berbasis pangan lokal dengan melalui teknik rekayasa proses yaitu teknik pemilihan bahan dasar, teknik penimbangan bahan, teknik pencampuran, teknik olah, formulasi produk makanan, pengemasan dan keamanan makanan; 2) meningkatkan kualitas dan kuantitas olahan makanan berbasis pangan lokal melalui penggunaan peralatan proses produksi yang mendukung; 3) meningkatkan nilai tambah melalui diversifikasi produk aneka rasa; 4) menyusun strategi pemasaran dan memberikan alih pengetahuan tentang manajemen usaha; 5) mengadakan dan memberikan pelatihan website penjualan online (e-commerce). Skema pelaksanaan kegiatan program Ipteks yang akan dilakukan bersama kedua mitra difokuskan pada dua bidang, yaitu penerapan teknologi tepat guna dan perbaikan manajemen usaha. Rencana penerapan teknologi tepat guna meliputi alat-alat produksi, mesin press kemasan serta aplikasi e-commerce. Perbaiakan manajemen usaha diwujudkan dalam bentuk pelatihan. Pelatihan yang direncanakan adalah pelatihan diversifikasi produk aneka rasa, pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi terstandar (PIRT) serta pelatihan pemasaran dan  penjualan online melalui website (e-commerce).

Hasil kegiatan  Program Kemitraan  Masyarakat (PKM) yang telah dilaksanakan selama lebih kurang 9 bulan berhasil menyelesaiakan semua kegiatan yang direncanakan. Penambahan dan pengadaan alat produksi  dapat meningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta mempercepat proses produksi mitra. Pelatihan pengemasan produk untuk menambah kelayakan dan meningkatkan nilai jual serta menambah tingkat keawetan produk. Pelatihan diversifikasi produk aneka rasa menghasilkan aneka jenis produk olahan sehingga produk lebih bisa diterima konsumen. Pelatihan manajemen usaha dan pengurusan izin usaha (P-IRT) bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme mitra termasuk pengelolaan terhadap usaha mita. P-IRT mutlak diperlukan sebagai jaminan keamanan dan kepercayaan terhadap konsumen. Pengembangan website (e-commerce) dan pelatihan penjualan online  merupakan pemanfaatan  teknologi informasi sebagai media promosi dapat memeperluas jangkauan pemasaran.

Berita Lainnya

Showing 19-21 of 431 items.
Pelatihan Drupal di ...
Pelatihan Drupal di SMK Muhammadiyah 2 Bantul oleh HMJ MI STMIK AKAKOM YOGYAKARTA Rabu, 01 Agustus 2018

Pelatihan Drupal di SMK Muhammadiyah 2 Bantul oleh HMJ MI STMIK AKAKOM YOGYAKARTA Pada tanggal 28 Juli 2018 HMJ Menejemen Informatika STMIK AKAKOM ... Selengkapnya

Sri Redjeki, S....
Sri Redjeki, S.Si., M.Kom, Dosen STMIK AKAKOM berhasil lolos dalam program Research Dive : Artificial Intelligence and Machine Learning for Estimating Poverty Selasa, 24 Juli 2018

Kemiskinan masih menjadi masalah utama dan serius yang harus mendapat perhatian khusus pemerintah daerah dan pusat di Indonesia. Target pemerintah ... Selengkapnya

STMIK AKAKOM kembangkan ...
STMIK AKAKOM kembangkan pesantren programmer bersama Asosiasi Cloud Computing Indonesia Selasa, 24 Juli 2018

STMIK AKAKOM ikut berinisiasi dengan Asosiasi Cloud Computing Indonesia dan beberapa kampus di Jogja meluncurkan Program Nasional Pesantren Programmer ... Selengkapnya