STMIK Akakom Mendampingi Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Caturharjo Pandak Bantul

Sampah suatu benda benda yang tidak ternilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Sampah di Indonesia merupakan masalah yang serius dan juga menjadi masalah sosial, ekonomi dan budaya. Pada akhirnya lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah akan kotor, kumuh, jorok serta bau yang tidak sedap dan menyebabkan penyakit dan masalah lainya.

Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdi yang merupakan gabungan perguruan tinggi (STMIK Akakom dan Universitas Widya Mataram) menggagas program untuk memberikan solusi dengan pendekatan akademis. Cuk Subiyantoro, S.Kom., M.Kom, Edi Faizal, ST, M.Cs dan Nany Noor Kurniyati, SE, MM, M.Sc yang tergabung dalam tim pengabdi, didanai hibah DRPM Kemenristek / Brin pada skema Program Kemitraan Masyarakat ( PKM) tahun 2020, bermitra dengan Rumah Peduli Sampah “Langgeng Resike” yang berlokasi di dusun Samparan RT 04 Desa Caturhrjo Kabubaten Bantul.

Indarto selaku ketua Rumah Peduli Sampah masalah utama yang berada di bawah pengawasan warga yang akan berperilaku bersih dan sehat. Warga belum mengatahui cara mengolah sampah, sehingga sampah yang baik organik maupun sampah non organik hanya di buang atau dibakar dilingkungan sekitar. Keberadaan Rumah peduli sampah juga masih dirasa belum membawa dampak yang signifikan, selain pengelolaan yang belum baik, warga juga belum peduli terhadap keberadaan lembaga tersebut.

Edi menyampaikan bahwa masalah sampah sebenarnya dapat diatasi dengan pengelolaan yang baik, bahkan dapat dijadikan sebagai sumber tambahan yang bernilai ekonomis. Solusi yang ditawarkan tim pengabdi untuk mengatasi masalah tersebut antara lain (1) memberikan edukasi kepada warga tentang budaya perilaku hidup bersih dan sehat, (2) pengadaan tempat sampah di lingkungan tempat tinggal warga, (3) memberikan keterampilan kepada warga untuk organisasi / mendaur ulang sampah non organik agar bernilai ekonomis, (4) menerapkan teknologi yang tepat guna dalam proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk, (5) Pengembangan rumah peduli sampah menjadi bank sampah mandiri berbasis masyarakat dan (6) memberikan pelatihan manajemen dan pengelolaan bank sampah secara mandiri dan profesional dengan mengimplementasikan teknologi informasi.

Dampak positif yang diperolah sebagai hasil dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini antara lain: Masyarakat lebih menyadari pentingnya memahami pola hidup sehat dan bersih, serta lebih peduli terhadap pengelompokan sampah rumah tangga yang dihasilkan dengan memilah sampah organik dan non organik, serta menempatkan sampah sesuai tempatnya. Penerapan aplikasi bank sampah menjadikan pengelolaan menjadi mudah dan teratur. Data transaksi dan pelaporan lainya dapat di lakukan dengan mudah. Pelatihan pengolahan sampah organik yang dilakukan menjadikan sampah lebih bermanfaat sebagai pupuk kompos. Pelatihan pengolahan sampah non organik berhasil menambah pengetahuan warga untuk mengolah dan menghasilkan karya bernilai ekonomis dari barang yang tidak terpakai. Serta pelatihan pemasaran online terhadap produk-produk yang dihasilkan dapat meningkatkan pendapatan warga.