Workshop Intel OpenVINO oleh PT. Synnex Metrodata Indonesia

Dewasa ini, mulai banyak bermunculan produk teknologi yang mengusung konsep artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Dilansir dari TECHINASIA, AI merupakan teknologi yang menjadikan komputer dapat berpikir seperti manusia, bahkan komputer dimampukan untuk mengambil keputusan. Salah satu produk AI yang mungkin pernah kita gunakan adalah Google Assistant atau Cortana. Baik Google Assistant maupun Cortana dapat mengerjakan perintah sederhana yang diberikan oleh pengguna, seperti menampilkan informasi cuaca, memberikan rekomendasi tempat makan, bahkan mengatur alarm.

Computer vision, sebagai salah satu pengembangan dari AI, menyebabkan komputer dapat memahami suatu hal berdasarkan gambar atau video yang ‘dilihat’. Dengan kata lain, komputer dapat melihat seperti manusia, serta dapat mengenali obyek yang dilihat. Salah satu contoh yang berhasil mengimplementasikan teknologi ini yaitu Google Lens. Tidak hanya Google, sejumlah perusahaan teknologi lain juga gencar untuk mengembangkan teknologi berbasis AI, tidak terkecuali PT. Synnex Metrodata Indonesia.

PT. Synnex Metrodata Indonesia, sebagai perusahaan yang fokus pada distribusi teknologi informasi dan komunikasi, mengadakan pelatihan terkait AI di STMIK Akakom Yogyakarta. Kegiatan diadakan pada Senin (15/7), dan dihadiri oleh sejumlah dosen. Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Jaringan Komputer ini dipandu langsung oleh Herianto, Technical Director Synnex Metrodata Indonesia. Dalam rangkaian pelatihan, peserta diajarkan mengenai pemanfaatan teknologi AI sebagai solusi dari sejumlah permasalahan. Disampaikan oleh Herianto, pelatihan ini lebih terfokus pada computer vision. Berbeda dengan pattern recognition, konsep yang diajarkan tersebut akan membuat komputer ‘berpikir sendiri’ untuk mengenali obyek yang dilihat tanpa perlu diajarkan oleh pengguna.

Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk menyiapkan STMIK Akakom Yogyakarta menjadi institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam hal pengembangan teknologi AI. Lebih jauh, Herianto berharap agar mahasiswa dapat secara nyata mengimplementasikan AI menjadi produk teknologi yang pada akhirnya mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi manusia dalam bekerja.